Tuesday, August 5, 2008

Menginstal Linux sebagai Server

Sebelum kita melangkah untuk menginstal linux sebagai server kita harus tahu dulu spesifikasi apa aja yang di butuhkan sehingga nanti bisa berjalan dengan baik....dan tentu saja untuk spek ini tergantung dari kebutuhan server anda....
1. Prosesor
untuk hasil yang lebih baik gunakan lah prosesor dengan kecepatan 1 keatas.
2. Ram
untuk Ram kita harus memilih Ram yang besar karena semakin besar Ram nya maka akan semakin baik juga hasinya.. dan di pasaran untuk Ram ini bervariasi Mulai dari 128MB hingga 2 Gg atau mungkin ada diatasnya.
3. Hardisk
Untuk hardisk cocok kan dengan kebutuhan server anda.
4. Kartu Jaringan
anda dapat menggunakan tipe dan merek kartu jaringan untuk server linux dan ini terdiri dari beberapa tipe silahkan anda pilih :D
nah untuk pengenalan hardwarenya ini dulu dan untuk masalah penginstalan akan kita bahas selanjutnya....

Privacy Policy

Privacy Policy for http://distrolinuxbima.kangnoval.com/

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at novalmbozo@yahoo.co.id.

At http://distrolinuxbima.kangnoval.com/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://distrolinuxbima.kangnoval.com/ and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, http://distrolinuxbima.kangnoval.com/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
http://distrolinuxbima.kangnoval.com/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include Google Adsense, Commission Junction, Widget Bucks, Adbrite, Clickbank, Azoogle, Chitika, Linkshare, Amazon, Kontera.

These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://distrolinuxbima.kangnoval.com/ send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

http://distrolinuxbima.kangnoval.com/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://distrolinuxbima.kangnoval.com/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.



Thursday, July 31, 2008

Tokoh Pendiri GNU

Setelah Linus berhasil melendingkan sistem operasinya yang berbasis open source dan sudah termuatnya dalam jenis linsensi yang bernama General Public Licensi (GPL). Yang mana GPL merupakan yang di buat pertama kali oleh GNU yang di motori oleh Richard Stallman. Nah jika sebuah program telah memiliki licensi GPL, itu berarti program tersebut harus di lepaskan dengan source kodenya dan dapat digandakan secara bebas oleh siapapun dan bahkan ini bisa di modifikasi source kodenya dan program tersebut hanya saja hasil dari modifikasinya itu harus juga di lepaskan dengan lisensi GPL. Dan satu hal juga bahwa melepas dengan lisensi GPL bukan berarti tidak boleh mengenakan biaya sama sekali namun program tersebut dapat di jual secara komersial dengan catatan source kodenya juga harus ikut dan programnya tetap boleh digandakan secara bebas. Ini pasti merupakan hal yang aneh…namun dengan hal aneh ini maka muncullah Distro-distro Linux. Maraknya gerakan open source ini tidak lepas dari sebuah organisasi yang bernama GNU. Dan Gnu itu sendiri merupakan singkatan dari is not Unix.

GNU pertama kalinya di dirikan oleh Richard Stallman yang mempunyai cita-cita ingin semua manusia di seluruh dunia ini dapat menikmati kemampuan computer tanpa harus terbebani dengan biaya lisensi yang mahal hanya untuk sebuah perangkat lunak. Richard berpendapat bahwaperangkat lunak seharusnya tersedia secara bebas bagi semua orang baik dalam penggunaannya maupun dalam hal source kodenya. Dan ini ternyata bukan merupakan angan-angan dari Richard karena dia berhasil menulis sendiri beberapa program yang bersifat open source yang sangat popular. Dan langkah-langkah inilah yang di ikuti oleh pra hacker. Dan sebuah penghormatan kepada Richard yang telah memperjuangkan free software ini akhirnya di bukukan dalam biografinya yang berjudul Free as in Freedom. Dan walaupun gerakan ini hanya di mulai dari komunitas yang sangat kecil namun hingga saat ini visi dari Richard ini telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang besar dan mempunyai dampak ke seluruh dunia…

Wednesday, July 30, 2008

Mengenal Linus Benedict Torvalds

Linus bededict torvalds pasti tidak asing bagi maniac dan pengguna linux karena bila mereka tidak mengetahui siapa itu linus berrarti belum paham dan belum tahu sejarah linux.

Secara singkat aja linux merupakan sebuah sistem operasi yang berbasis open source yang merupakan keluarga dari UNIX. Meskipun tidak berasal dari code dasar program yang sama dengan UNIX, namun linux memenuhi standart POSIX sama seperti UNIX sehingga keduanya saling kompatibel antara satu sama lainnya. Dan salah satu kelebihan linux ini adalah siftnya yang OPEN SOURCE sehingga semua orang bebas untuk melihat kode dan bebas untuk semua orang.

Linux pertama kali berkembang pada tahun 1991 ketika seorang mahasiswa Di sebuah Universitar Helsinki, Finlandia yang bernama Linus Benedict Torvalds merasa stress dengan keadaan yang di hadapinya saat dia kuliah dan dia mengalami dan menghadapi kesulitan dalam memperoleh sebuah sistem operasi yang handal namun memiliki harga yang relative pas juga dengan kantong mahasiswa. Dan ketika itu berbagai macam komersial ari sistem operasi UNIX memang memiliki tingkat kehandalan yang cukup tinggi namun harganya tidak cocok dengan kantong mahasiswa seperti Linux. Namun ada juga sistem operasi yang terjangkau oleh kantong mahasiswa namun kendalanya pada kemampuannya yang kurang handal.dan salah satu sistem operasi yang yang bebas untuk di gunakan tanpa biaya pada saat itu adalah minix. Melihat situasi seperti ini dan dengan adanya sistem operasi minix yang juga merupakan keluarga unix, maka linus memulai mengambil sebuah inisiatif untuk mengembangkan sebuah sistem operasi baru yang bernama Linux dengan tujuan adalah untuk mengembangkan sebuah sistem operasi yang handal namun terjangkau dalam artian ini dapat di pergunakan secara bebas oleh semua kalangan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pembelian sebuah linsensi yang cukup mahal tersebut.

Setelah mengembangkan versi awalnya dari linux (versi 0,10) Linus kemudian mempublikasikan source kode tersebut ke internet dan mengajak pihak-pihak lain untuk bergabung dengannya mengembangkan sistem operasi ini. dan ternyata ajakan linus ini mendapat sambutan baik dan banyak para Hacker dari seluruh dunia yang kemudian ikut mengembangkan dan melibatkan dirinya untuk sebuah sistem operasi Linux ini dan hal ini terjadi sampai sekarang ini. sebenarnya proyek dari Linus ini hanyalah mengembangkan Kernel (jantung dari sistem Operasi) dan bukan lah merupakan pengembangan dari aplikasi-aplikasi…nah yang berjasa dalam pengembangan aplikasinya adalah di motori oleh Richard Stallman. Tapi artikelnya belakangan ya soalnya udah dijemput ma teman nih mau melihat perkembangan si Pencuri kode dulu oke…..

NB: Sumber dari tulisan ini diambil dari makalah saat ikut pelatihan Linux di Komunitas Pecinta Kode (adalah sebuah komunitas yang lagi stress semua karena belum selesai kuliah)

Wednesday, June 11, 2008

Indonesia dan linux

oleh;poni dan artikel ini di download dari yogyafree.net silahkan ke situsnya kalau mau download artikel yang banyak
1. Indonesia dan Linux
Beruntungnya (Atau malah malu) kita hidup di negara dengan kondisi tingkat
pembajakan yang sangat tinggi. Dimana sesuatu yang dilindungi oleh hukum
internasional seperti sistem operasi Windows dan aplikasi berbayar malah dapat dipakai
dengan gratis dan bebas. Tentunya sangat bisa dimaklumi dengan kondisi masyarakat
Indonesia dengan pendapatan perkapita yang sangat rendah. Sebuah komputer
tanpa sistem operasi saja bisa menjadi barang mahal bagi orang yang tidak mampu,
apalagi membeli Windows dan aplikasi legal lain yang harganya akan lebih tinggi
dibandingkan komputernya. Anda bisa membayangkan jika pemerintah menetapkan
hukuman mati bagi pengguna ilegal aplikasi lunak berbayar. Saya yakin negara kita
tidak akan menjadi lebih baik. Malah tingkat kebodohan yang akan semakin
meningkat (Jangan terlalu serius membaca artikel ini. saya hanya bercanda. Tidak ada
yang mati karena menggunakan Windows bajakan).
Microsoft dengan sistem operasi Windows-nya saja sudah dirasakan sangat
mencengkram kebiasaan komputerisasi masyarakat Indonesia. Coba saudara bandingkan jumlah komputer dengan sistem operasinya yang dapat anda temukan
dimana saja. Seperti Di lingkungan pribadi seperti perumahan dan tempat tinggal, di
tempat umum seperti warnet, bandar udara, kantor telekomunikasi dan bank, di
lingkungan pemerintah maupun swasta seperti lembaga pendidikan, perusahaan dan
hiburan. Lebih banyak yang menggunakan Windows atau sistem operasi lain seperti
Linux, Unix atau Mac? Anda tentu setuju (mungkin juga tidak) dengan pendapat saya
jika saya katakan “Masyarakat Indonesia sulit lepas dari kebiasaan sebagai pengguna
Windows”. ☺ jika saya salah mungkin saya masih perlu mencari infomasi yang lebih
banyak.
Munafik jika saya mendeklarasikan diri sebagai anti perangkat lunak berbayar. Sebab
saya juga seorang pengguna Windows secara garis besar (dan ilegal dengan
perangkat lunak lainnya). Tujuan dari penulisan ini bukanlah mengajak anda berperang
melawan Microsoft ataupun merayu anda berpaling ke aplikasi gratis. Penulis hanya
sedang melakukan sharing (berbagi dan bertukar pikiran) supaya saudara mau
berkenalan dengan Linux yang tangguh dengan lisensi gratis dan legal.
Meskipun perkembangannya tidak secepat Windows, Linux sudah diterapkan secara
bertahap di berbagai aspek kehidupan di negara Indonesia. Sudah banyak lembaga
pendidikan yang telah menetapkan Linux sebagai mata pelajaran. Perkantoran
bahkan perusahaan besar juga banyak yang telah melakukan migrasi ke Linux. Tentu
alasannya bukan saja karena Linux itu gratis. Baik lembaga pendidikan maupun
perusahaan dengan fondasi dan manajemen TI yang baik tentu sudah
memperhitungkan mengapa mereka melakukan hal ini.
Dengan berkembangnya Linux yang gratis dan open source. Banyak turunan (distro)
Linux yang digunakan dan dikembangkan di Indonesia. Beberapa distro yang dibuat
oleh anak bangsa antara lain BlankOn (turunan dari Red Hat yang sekarang dikenal
debagai Fedora), Trustix merdeka, Linux Live CD Xnuxer (Buatan Dani Firmansyah),
CHIPLUX dan beberapa turunan Linux lain yang tidak disebutkan disini.

Friday, May 23, 2008

Alternatif Program Windows Di linux

Muhammad noval
novalmbozo@yahoo.co.id
kangnoval

bagi masyarakat yang masih awam didunia computer bahwa antara linux dan windows itu tidak bisa berjalan bersama tetapi kenyataannya mengatakan hal yang lain karena dalam satu unit computer kedua system ini bisa berjalan bersama namun itu tidak menjadikan masyakarat pengguna computer untuk beralih ke linux secara total karena mereka sangat takut dengan program-program yang mereka kuasai di windows tidak terdapat di linux…

Melihat kenyataan bahwa sekarang ini untuk menggunakan sebuah system operasi pada unit computer sang user harus mengeluarkan uang yang jumlahnya lumayan banyak apalagi bila user tersebut memakai PC untuk keperluan bisnis seperti rental, warnet dan lain sebagainya begitu pula dengan lembaga-lembaga intansi yang menggunakan PC jugapun harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan system operasi tersebut padahal ada system operasi yang bersifat free atau open source yaitu linux namun lagi-lagi alasan klasik tetap muncul karena kurang user friendly dan alasan yang sangat banyak di lontarkan adalah karena program-program yang mereka kuasai di windows tidak terdapat di Linux seperti 3D, AUTOCAD dan masing segudang program lainnya yang biasa mereka pakai di windows lebih kebutuhan setiap hari yaitu Word dan EXEL benarkah demikian di Linux..???


Untuk menjawab pertanyaan dan gundah gulana dari kebutuhan user terhadapa system operasi memang membutuhkan kerja yang keras dan tidak mungkin seorang user bisa langsung menguasai sebuah system operasi yang selama ini tidak pernah disentuhnya dan inilah yang terjadi pada system operasi linux karena hampir 95% masyarakat Indonesia memakai windows karena bagi mereka windows sangat user friendly namun dengan user friendly nya itu sang user pun harus rela untuk mengeluarkan uang untuk mendapatkan system operasi windows yang orisinil.. nah untuk menjawab fenomena ini marilah coba kita lihat apa saja yang terdapat di linux itu yang mirip dengan program di windows atau bahkan bukan mirip tapi hanya berbeda nama saja. Programnya adalah antara lain:
3D / CAD
windows : 3D studio
Linux: Blender, PovRay Modeler
CAD
windows : AutoCAD
linux: QCAD
Utility
File Compression
windows: Winzip
Linux: Ark, File Roller, Gnozip
File Management
Windows: File Explorer
Linux: kongueror, Nautilius, Midnight Commander
PDF Reader
Windows: Adobe Reader
Linux: GhostView, KghostView, XPDF
CD Burning
Windows: Nero
Linux: XCDRoast, K3B
Orginezer
Windows: Lotus Organizer
Linux: Korganizer
Internet
Web Editor
Windows: Dreamweaver, Frontpage
Linux: NVU, Mozilla Composer, Quanta Plus, Blue Fish
Web Browser
Windows: Internet Explorer, Opera, Nestcape Navigator, Mozilla, Firefox
Linux: Firefox, Konqurer, Galeon, Opera, Netscape Navigator
Email Program
Windows: MS Outlook
Linux: Evolution, Kmail, Thunderbird
File Tranfer Protokol
Windows: WS FTP
Linux: gFTP, kBear
Newsreader
Windows: MS Outlook
Linux: Knode, KNewsTicker
Download Accelerator
Windows: GetRight
Linux: KGet
IRC
Windows: MIRC
Linux: KsIRC, xChat
Messenger
Windows: ICQ, Windows Messenger
Linux: LICQ, KxICQ, Gaim, Gabber
Image Program
Vector editor
Windows: Corel Draw, Free hand, Adobe Ilustrator
Linux: Open Office Draw, Kountor, Sketh, Inkscape
Bitmap editor
Windows: Adobe Photosop
Linux: Gimp
Image viewer
Windows: ACDSee, Irvan View
Linux: KuickShow, Kview, GwenView
Office Aplication
Presentation
Windows: MS Powerpoint
Linux: Open Office Impress, KPresenter
Word Processor
Windows: MS Word
Linux: Open Office Writer, Kword
Spereadsheet
Windows: MS Excel
Linux: Open Office Calc, KSpread
Projet Management
Windows: MS Project
Linux: Mr Project
Diagramming
Windows: MS Visio
Linux: Kivio, Dia
Multimedia Player
MP3 Player
Windows: Winamp, Jet Audio, Codec
Linux: XMMS
Movie Player
Windows: Window Media Player, Xing MPEG Player, Codec
Linux: Xine, Emovix, Mplayer, Totem, Kafeine
Lain-Lain
Application Development
Windows: Visual Basic, Delphi
Linux: QT, Kdevelop, Kylix, Gambas
Financial
Windows: Quicken, MS Money
Linux: GNUCash

Inilah program-program seperti yang anda gunakan pada windows dan semuanya hampir sama dalam maslaah fungsi dan penggunaannya tinggal bagaimana anda mau belajar dan memahami saya hanya berusaha untuk memberikan informasi dan saat ini semua program diatas berjalan lancer saja di PC mari kita galang yang free sambil belajar dan berusaha untuk memahami sebuah system operasi apalagi dengan linux kita tidak akan di pusingkan dengan ke masukkan file-file jahat dan kita akan tenang-tenang saja karena linux kebal terhadap apapun jenisnya virus….

Biografi penulis
Muhammad noval, biasa di panggil noval, sedangkan kalau di
dunia maya di kenal sebagai novalmbozo / black_caw08. Lahir dibima, 01
juni 1984. Menyelesaikan pendidikan dasar di SDN
SDN No 2 bima. Menamatkan sekolah menengah di SMPN 2
Bima, menamatkan SMU di Bima Juga di SMU Negeri 4 bima saat ini sedang menekuni dunia blogger. Dan hal sangat saya sukai adalah dengan web desaign, web programming, desaign grafis. Dan hal-hal yang saya anggap baru….



Saran dan kritik:
novalmbozo@yahoo.co.id / black_caw08@yahoo.co.id / admin@kangnoval.com
YM: novalmbozo / black_caw08
Website: mahasiswasite.info dan kangnoval

Thursday, May 22, 2008

General Upgrade Information

An upgrade is the process of going from an earlier version of Ubuntu to a newer version of Ubuntu. An example of this would be going from Ubuntu 6.06 (Dapper Drake) to Ubuntu 6.10 (Edgy Eft). Skipping versions is not advised and can cause a lot of damage to your installation. If you are using an earlier version, and want to 'skip' a version, the only safe way is to backup your data and do a fresh install, or to progressively upgrade to each successive version. An example of this would be if your are running 6.06 (Dapper) and want to upgrade to 7.04 (Feisty). You would have to first upgrade to 6.10 (Edgy), and then again to 7.04 (Feisty) or simply do a clean/fresh install of 7.04 (Feisty). An easy way to test a newer version of Ubuntu on your machine for compatibility is trying the Desktop CD (Live CD) before upgrading.
It is generally recommended that you run the latest version of Ubuntu as there is always added support for new hardware, and is usually more optimized/faster. The LTS version is recommended for people in an environment (generally commercial/industrial) that want to keep the same version for a longer amount of time and do not require newer/faster/updated versions, but instead do not want things to change.

What is a package manager?

A package manager is a program that installs and uninstalls software, and keeps track of all the components each piece of software needs.
To add or remove applications in Ubuntu, you need to use a package manager. It will automatically download the software required from the Internet and install it.
There are three main package managers you can use in Ubuntu:
* Add/Remove Applications - The easiest way to install and uninstall programs.
* Synaptic - Advanced control of software and other system components.
* Apt - If you prefer using the Terminal.
If you open more than one of these programs at once, they may not work. Close them all and open just one.

Certify your Hardware on Ubuntu

An official endorsement by the Ubuntu project of a computer hardware product, backed by a validation and testing process conducted by Canonical to ensure compatibility with Ubuntu.

Hardware is certified for two consecutive releases of Ubuntu, and Canonical provides an assurance against regressions in support for specific hardware features. This means that any hardware which passed certification for a specific release of Ubuntu will also be guaranteed to be certified on the subsequent release of Ubuntu.
Benefits

* Ubuntu Partner Points and immediate access to Ubuntu Affiliate benefits
* The right to use the Ubuntu Certified logo on this product and relevant web site pages
* Preferred listing in Ubuntu Hardware Database
* Compatibility ensured for 2 Ubuntu releases
* Access to paid engineering services to ensure compatability for future Ubuntu releases, and free recertification
* Press release announcing certification

Requirements

Certification of a new model of hardware (server, desktop or laptop) is done by Canonical engineers and the Ubuntu community. Each aspect of the hardware is tested, and results (success or failure) are documented. To the extent that open source drivers for a component in that model exist, the certification process will result in complete support for that component in the certified releases of Ubuntu. To the maximum extent possible using available open source drivers we will ensure that these components are automatically detected, and configured correctly by a standard Ubuntu installation.

In some cases, even where open source drivers exist, it will not be possible to detect and configure the hardware automatically. In these cases, for an additional fee, custom software and custom install images for the two certified Ubuntu releases will be provided. These install images will be specific to those models, and will install and configure the operating system for that hardware.

For an additional fee, that will depend on the nature of the hardware, the drivers and auxiliary software, we will also work with binary-only vendor-provided drivers. We can only commit to referring support requests for these drivers to the vendors that provide them.

In order to pass certification the following systems (if applicable) must work:

* Video display detection, configuration and acceleration. External display (laptops)
* Sound card detection, and automatic level setting
* Hard drive, CD-ROM, DVD-ROM and RAID adapters
* Modem, network card and wifi adapter

The certification testing process will cover every device present in the system configuration, and a full report generated and provided to the submitter. Where possible we will work with manufacturers to ensure that additional devices are fully supported : again this is dependant on the availability of open source drivers.

In every case, the result of a certification is documentation on the Ubuntu web site covering the known certified state of that model of hardware.

Certify your Software on Ubuntu

An official endorsement of a software product, backed by a validation and testing process conducted by Canonical to ensure compatibility with Ubuntu. We certify that the software is available in a format that will uninstall effectively witin the Ubuntu package management framework.
Benefits

* Ubuntu Partner Points and immediate access to Ubuntu Affiliate status
* Ubuntu Certified logo rights
* Preferred listing in Ubuntu Software Repository
* Compatability and instalability assured for 2 Ubuntu releases ( if the package uses the Ubuntu installer
* Access to paid engineering services to ensure compatability for future Ubuntu releases, and free recertification
* Press release announcing certification

Description

In general, certified software should be available as a native Ubuntu .deb package, either from the Ubuntu package archives or from the vendor directly. The software will correctly specify its dependencies and will use Ubuntu system libraries where they are available, rather than built-in versions or application specific versions of those libraries.

The Ubuntu certification commitment will ensure that the software will install on the certified Ubuntu release. For packages and products that are installed through the Ubuntu software installer, then the certification will also cover the provision of a certified package for a subsequent Ubuntu release.

Some, more complex software (such as databases) may require the use of its own native installation system and packaging format. In this case the Ubuntu certification only ensures the installation and uninstall on a specific version of Ubuntu. Such certifications will only be for a single release of Ubuntu, with no commitment made as to compatibility with subsequent releases of Ubuntu.

Software can be certified with or without an open source licence, but proprietary applications will never become part of the core Ubuntu distribution.

Open source and proprietary applications that are freely available and redistributable may be included in the Ubuntu network repository, and network of mirror servers, at no cost, provided that this is acceptable to the vendor and that the software does not infringe copyright or patent claims in any country in which Ubuntu is mirrored. It is the responsibility of the software vendor to deliver correctly functioning products packages, as Canonical does not have the skills or experience to functionally test all software.

If required, Canonical and Ubuntu staff are available to provide he relevant professional services. This chargeable service is to assist with the packaging of software to ensure that it fully supports Ubuntu package management features.
Requirements

* Provision of software to be certified
* EUR 500 per application

For an additional EUR 700 fee, we will provide ISV's with an appliance-style installation CD which will install only the core parts of Ubuntu needed to run their application, along with their software. This allows ISV's to offer a single-CD/DVD installer for both the operating system and their application.
To Apply

For more information or to apply for certification, contact certifications@ubuntu.com

The Ubuntu promise


* Ubuntu will always be free of charge, including enterprise releases and security updates.
* Ubuntu comes with full commercial support from Canonical and hundreds of companies around the world.
* Ubuntu includes the very best translations and accessibility infrastructure that the free software community has to offer.
* Ubuntu CDs contain only free software applications; we encourage you to use free and open source software, improve it and pass it on.

What is Ubuntu?

Ubuntu is a community developed operating system that is perfect for laptops, desktops and servers. Whether you use it at home, at school or at work Ubuntu contains all the applications you'll ever need, from word processing and email applications, to web server software and programming tools.
Ubuntu is and always will be free of charge. You do not pay any licensing fees. You can download, use and share Ubuntu with your friends, family, school or business for absolutely nothing.
We issue a new desktop and server release every six months. That means you'll always have the the latest and greatest applications that the open source world has to offer.
Ubuntu is designed with security in mind. You get free security updates for at least 18 months on the desktop and server. With the Long Term Support (LTS) version you get three years support on the desktop, and five years on the server. There is no extra fee for the LTS version, we make our very best work available to everyone on the same free terms. Upgrades to new versions of Ubuntu are and always will be free of charge.

Where are we and where we're going to

Tak terasa tahun 2004 sudah tiba, dan terlewat beberapa bulan. Banyak perkembangan di dunia TI yang menarik, terutama yang menyangkut Linux dan perangkat lunak bebas (open source software). Beberapa di antaranya:

1. Kasus SCO: Sebuah perusahaan Unix (dan distributor Linux!) yang lepas kontrol dan berusaha menuntut semua perusahaan pengguna Linux akan royalti karena (konon katanya) sebagian kode Unix (yang mereka beli tahun 1995) sudah dimasukkan ke kode sumber Linux. Karena Linus Torvalds cs tidak mungkin mengakses kode sumber Unix (yang memang rahasia itu) maka sasaran tembaknya adalah IBM, yang mempunyai versi Unixnya sendiri (AIX) dan secara aktif membantu pengembangan Linux sejak tahun 1999. Sebuah tuduhan yang absurd, karena pihak SCO sendiri menolak memperlihatkan kode yang katanya dijiplak (dengan alasan kerahasiaan) dan IBM pun tentunya tidak sebodoh itu menyumbangkan kode yang berlisensi tertutup. Sebagai perbandingan, Sun Microsystem menghabiskan waktu dua tahun untuk menganalisis kode sumber StarOffice, yang dibelinya tahun 1999, sebelum merilisnya sebagai OpenOffice dengan lisensi GPL. Yang mengesalkan tentunya tindakan SCO yang bak preman 'memalak' perusahaan pengguna Linux untuk sesuatu yang belum terbukti!
2. HaKI: Isu yang sempat meresahkan dunia TI (dan hiburan) di Indonesia pertengahan Juli 2003. Dampaknya pun langsung kelihatan: banyak rental dan toko penjual CD/VCD/DVD bajakan yang tutup, toko komputer tidak berani memajang dan memasang pernagkat lunak bajakan di komputer mereka, dan beberapa institusi pendidikan/pemerintah/swasta yang buru-buru menandatangani kerja sama dengan vendor perangkat lunak tertentu. Tapi, tunggu dulu, sekarang keadaan sudah normal kembali, penjual CD/VCD/DVD bajakan sudah kembali, bahkan semakin marak, rental-rental sudah buka kembali, dan pembicaraan soal HaKI pun lenyap ditelan berita Pemilu. Dan momentum penggunaan perangkat lunak bebas pun berlalu begitu saja...
3. The Distros Saga: MandrakeSoft (pembuat distro terpopuler, Mandrake Linux) awal tahun lalu mengajukan kebangkrutan ke pemerintah Prancis, dan sempat memunculkan ketakutan akan berhentinya distro Mandrake Linux. Ternyata, distro Mandrake 9.2 tetap muncul di bulan Maret, disusul MandrakeMove (Live CD) dan baru-baru ini Mandrake 10.0, long live Mandrake! Di sisi lain, Trustix justru tumbang di pertengahan 2003, dan ucapkan selamat tinggal pada Trustix Linux (termasuk Trustix Merdeka). SuSE dibeli oleh Novell, masih ditunggu apakah kasus Caldera saat dibeli oleh SCO akan terulang lagi. Semoga saja menjadi lebih baik (SuSE jadi free downloadable mungkin?). RedHat menghentikan rilis RedHat Linux setelah versi 9.0, alih-alih mesponsori projek Fedora (fedora.redhat.com) yang mirip dengan Debian atau Cooker. Selanjutnya, RedHat hanya akan mendukung RedHat Enterprise Linux, sedangkan Fedora akan tersedia secara bebas, seperti Sun menjual StarOffice dan menggratiskan OpenOffice. Pilihan untuk distro bebas populer semakin sedikit, sementara kandidat lain agaknya masih sulit menyodok ke atas. Di sisi lain, distro Indonesia mulai bermunculan setelah terkuburnya Trustix Merdeka dan mandeknya WinBI, seperti Komura, LinuxSehat, RimbaLinux, De2, ROSe, dan DeAl.
4. Welcome, Linux 2.6!: Kernel 2.6 akhirnya siap digunakan setelah tiga tahun dikembangkan. Tentunya banyak peningkatan kemampuan dan fasilitas yang ditambahkan sesuai tuntutan komputasi modern. Sebentar lagi, distro-distro baru akan bermunculan dengan mengadopsi kernel terbaru ini. Isu utama sekarang ini adalah komputasi 64-bit, yang sebenarnya sudah tersedia sejak dua tahun lalu. Ke depan, banyak standar pernagkat keras yang akan diperkenalkan seperti DDR2, PCI Express, Serial ATA, dan Wireless LAN. Kita berharap Linux akan tetap mengikuti perkembangan terbaru.
5. The Classic War: Pertarungan Linux vs Windows akan tetap menjadi isu menarik yang 'menjual'. Popularitas Linux terus menanjak, dan Microsoft mulai terusik. Mereka terus meluncurkan program-program 'unik' seperti shared source, trustworthy computing, TCO comparison, See-The-Truth, dan mengutuk Linux sebagai 'ancaman bagi industri perangkat lunak dan hukum hak cipta'. Sejauh ini Microsoft belum menemukan cara untuk membendung musuh yang tidak tampak ini. Di berbagai negara, Microsoft bergerilya untuk membendung penggunaan Linux oleh pemerintah setempat (di Munich dan Thailand). Nampaknya Microsoft masih menggunakan siasat perang yang kuno, dengan perang harga, namun bagaimana memenangkan perang harga melawan sesuatu yang pada dasarnya gratis?
6. Linux di Indonesia: Indonesia memang negara yang unik dalam soal TI, Made Wiryana menyebut Indonesia itu aneh, karena 'miskin tapi boros'. Para pengguna malas untuk menggunakan Linux dan perangkat lunak bebas (Linux), namun tidak mau membeli perangkat lunak komersial (Windows). Lebih parah lagi, pemerintah tidak punya program yang jelas dan berkesan tidak mendukung perkembangan TI: menetapkan UU Hak Cipta tapi malas menegakkannya, melestarikan monopoli telekomunikasi (secara diam-diam), mempersulit akses internet (kasus frekuensi Wireless LAN), menganggap komputer sebagai barang mewah (karenanya dibuat mahal, termasuk perangkat lunaknya). Sementara Thailand dan Malaysia (juga Vietnam) punya program PC nasional yang murah (padahal negaranya lebih kaya), India malah bikin PDA nasional (SimPuter) yang murah meriah (karena pakai Linux). Situasinya, PC di Indonesia populasinya sangat sedikit dan tidak merata (dibandingkan telepon seluler), Populasi Linux lebih sedikit lagi, dan pembajakan masih menguasai 90% perangkat lunak komersial yang beredar di Indonesia. Penetrasi internet pun tak kalah menyedihkan, karena masih kuatnya monopoli di bidang telekomunikasi (yang katanya sudah dihapuskan).

Pedoman Umum Instalasi Linux

Menginstalasi Linux sulit ? Tidak lagi. Mungkin dua-tiga tahun yang lalu memang benar karena pilihan distro yang terbatas dan belum nge-trend-nya penggunaan Linux sebagai sistem operasi desktop sehingga instalasi Linux hanya bisa dilakukan para opreker atau para system administrator yang menggunakan Linux untuk server. Booming Linux yang terjadi mulai tahun 1999 telah mendorong lahirnya distro-distro baru yang menekankan pada kemudahan instalasi dan konfigurasi. Distro-distro lama, umumnya yang berbasis perusahaan komersial pun berlomba-lomba mempermudah metode instalasinya. Sekarang ini hampir semua disto populer menggunakan metode instalasi berbasis grafis yang mirip instalasi Windows.

Sebelum menginstalasi Linux, hendaknya dilakukan persiapan sebagai berikut :

1. Fisik dan mental, dan waktu yang cukup luang
2. Catat dan kalau bisa hafalkan konfigurasi teknis PC anda, mulai dari tipe prosesor, chipset motherboard, kapasitas harddisk, ukuran RAM, merk dan spek teknis VGA card (besar RAM, tipe chipset), sound card (chipset, IRQ, I/O address, DMA), monitor (tipe, resolusi max, refresh rate vertikal/ horisontal), mouse (port, jumlah tombol), keyboard, printer, CD-ROM drive, ethernet card, modem, dan apapun yang melekat ke PC anda.
3. Siapkan media source instalasi. Umumnya, dan sangat disarankan, untuk melakukan instalasi menggunakan CD. Kecuali distro-distro terbaru (RedHat 7, SuSE 7, Mandrake 7.x, yang menggunakan 2 CD) CD yang digunakan hanya CD pertama (CD instalasi).
4. Persiapkan space harddisk untuk menampung Linux, gunakan software partisi seperti MS-DOS FDisk (hanya untuk hardisk kosong), FIPS, atau PartitionMagic (disarankan versi 4 ke atas) bagi yang ingin menggunakan Linux bersama-sama sistem operasi lain (biasanya Windows). Sediakan space minimum 500 MB, disarankan 1 GB ke atas. Catatan : Bila anda menggunakan PartitionMagic anda bisa langsung membuat partisi ext2 (sistem file Linux) dan swap, dan memformatnya sekaligus.
5. Persiapkan media boot. Jika PC anda bisa disetel untuk booting dari CD-ROM, lakukan setting agar sistem di-boot dari CD-ROM lebih dahulu. Jika tidak bisa, lakukan instalasi dari Windows (menggunakan loadlin), atau membuat bootdisk (menggunakan program RAWrite, cari di CD instalasi, lalu gunakan image yang tersedia di \img), dan jangan lupa menyetel urutan boot ke floppy (A:) terlebih dulu.

Instalasi Linux secara umum dibagi menjadi :

1. Inisialisasi hardware, yang meliputi : deteksi mouse, keyboard, adapter SCSI (kalau ada).
2. Pengaturan partisi, dengan asumsi bahwa Linux akan digunakan bersama-sama sistem operasi lain (di sini diasumsikan Windows). Bagilah partisi kosong (yang tidak ditandai sistem file FAT/FAT32/DOS/Win atau partisi kosong yang sengaja disiapkan) minimum menjadi dua partisi, / (root) dan swap. Supaya lebih mudah, buatlah partisi swap lebih dahulu, besarnya kurang lebih dua kali kapasitas RAM, maksimum 128 MB per partisi (partisi swap bisa lebih dari satu), baru sisanya untuk partisi / (root). Untuk distro terbaru, biasanya disediakan opsi partisi otomatis.
3. Pemilihan paket software, menginstal satu distro berarti menginstal software aplikasinya. Anda bisa memilih satu per satu, menggunakan sistem menu (namun ingat, untuk distro Debian ada 4000 paket!) atau menggunakan sistem preconfigured, seperti pada Caldera atau SuSE. Jika anda bingung, lewati saja tahapan ini, selanjutnya anda dapat menggunakan tool packaging untuk menambah / mengurangi paket yang terinstal.
4. Inisialisasi sistem, meliputi pemilihan daerah waktu, pemilihan password root (administrator), penambahan user (jika perlu), konfigurasi jaringan, dan konfigurasi GUI (X Server), serta konfigurasi boot loader (pemilih sistem operasi). Setelah selesai, sistem akan di-boot ulang. Jangan lupa mengeluarkan media boot (bootdisk, CD-ROM) agar proses instalasi tidak berulang lagi.

Metode di atas bersifat sangat umum. Untuk masing-masing distro, akan dijelaskan di bawah ini :

1. RedHat(juga Trustix, Mandrake) : Yang menggunakan distro RedHat di bawah versi 6.1 dan Mandrake di bawah versi 7.0 (metode instalasi non-grafis), hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : penggunaan Disk Druid untuk mempartisi, lakukan delete partition, new, masukkan besar space, tipe (Linux ext2 atau swap), mount point (/), grow (dipilih untuk partisi /).
2. SuSE(di bawah versi 6.3) : Program partisinya agak membingungkan, prinsipnya hampir sama, buat swap dulu, baru root. Distro ini menyediakan konfigurasi software paket (basic, all, popular, programming, etc). Selesai instalasi anda harus login sebagai root dan menjalankan YaST untuk mengkonfigurasi ulang sebelum reboot. Catatan Penulis : untuk dapat menggunakan instalasi grafis (versi 6.3 ke atas), PC anda harus mempunyai RAM minimum 48 MB.
3. Slackware: Software partisinya menggunakan Cfdisk (tampilan teks), gunakan menu yang tersedia di bawah. Ketikkan setup setelah selesai mempartisi untuk memulai instalasi. Pilih menu dari atas ke bawah satu per satu, dan ikuti instruksi sampai selesai.
4. Debian/GNU: Metode instalasinya paling 'ribet' dan tidak disarankan bagi pemula dan yang kurang berminat ngoprek serta tak punya banyak waktu. Setelah mempartisi, anda harus mengkonfigurasi ulang modul-modul kernel, menginstal base system, langsung reboot, baru memilih paket software. Disarankan menginstal MC (Midnight Commander, versi GNU dari Norton Commander) labih dulu, baru menginstalasi yang lain menggunakan MC.
5. Caldera (juga EasyLinux): Instalasinya sudah 100% grafis sehingga nyaris tidak ada kesulitan berarti bagi pemula. Anda bahkan bisa bermain tetris sambil menunggu semua paket software terinstalasi.

Template by KangNoval & Abdul Munir | blog Blogger Templates

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 - Tukang Nggame